Jakarta, Pialadunia26.com – Kalau kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan berapa kali Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia sebelum 2026, jawabannya adalah dua kali tepatnya pada 1970 dan 1986. Dan dengan ditunjuk kembali sebagai salah satu tuan rumah edisi 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko kini resmi menjadi satu-satunya negara di dunia yang telah menyelenggarakan Piala Dunia pria sebanyak tiga kali.
Bukan pencapaian kecil. Di balik angka itu tersimpan sejarah panjang, drama lapangan hijau, hingga satu momen yang mengubah wajah sepak bola dunia selamanya dan semuanya terjadi di tanah Meksiko.
Kiprah Meksiko di Panggung Piala Dunia
Meksiko bukan pendatang baru di Piala Dunia. El Tri julukan timnas Meksiko sudah tampil sejak edisi perdana tahun 1930 di Uruguay. Hingga Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka sudah mengoleksi total 17 keikutsertaan.
Dengan penampilan di Piala Dunia 2026, jumlah itu akan bertambah menjadi 18 kali. Angka ini menempatkan Meksiko sebagai salah satu wakil CONCACAF paling konsisten dalam sejarah turnamen empat tahunan ini.
Meski begitu, perjalanan El Tri di Piala Dunia tak selalu mulus. Ada prestasi membanggakan, ada pula kutukan aneh yang bertahan selama tujuh edisi berturut-turut dan keduanya membentuk identitas sepak bola Meksiko yang unik.
Sejarah Meksiko Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Sebelum 2026
Meksiko memiliki perjalanan panjang sepanjang sejarah piala dunia, termasuk menjadi tuan rumah. Nah, berikut perjalanan Meksiko menjadi tuan rumah piala dunia:
Piala Dunia 1970 – Saat Pelé Mengangkat Trofi di Azteca
Meksiko pertama kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1970, berlangsung dari 31 Mei hingga 21 Juni. Ini bukan sekadar turnamen biasa. Ini adalah Piala Dunia pertama yang digelar di Amerika Latin selain Brasil, sekaligus ajang di mana kartu merah dan kartu kuning pertama kali diperkenalkan dalam sejarah sepak bola.
Sebagai tuan rumah, Meksiko tampil penuh semangat. Mereka berhasil lolos dari fase grup dan melaju hingga perempat final — pencapaian terbaik mereka saat itu sebelum akhirnya dikalahkan Italia dengan skor 4-1.
Bintang sesungguhnya turnamen itu adalah Brasil. Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivelino datang membawa gaya bermain yang belum pernah dunia lihat. Brasil mengangkat trofi ketiga mereka tepat di Estadio Azteca, menjadikan stadion itu tempat sakral dalam ingatan sepak bola global.
Piala Dunia 1986 – Maradona, “Tangan Tuhan”, dan Tuan Rumah yang Bangkit
Enam belas tahun kemudian, Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kedua kalinya. Kali ini bukan atas rencana semula — Meksiko menggantikan Kolombia yang mengundurkan diri karena masalah ekonomi. Turnamen berlangsung dari 31 Mei hingga 29 Juni 1986.
Ironisnya, negara ini baru saja dilanda gempa bumi dahsyat pada 1985. Tapi Meksiko bangkit, dan Piala Dunia 1986 menjadi simbol ketangguhan sekaligus ajang yang melahirkan momen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.
Di Estadio Azteca, Diego Maradona mencetak dua gol paling ikonik dalam satu pertandingan melawan Inggris di perempat final. Pertama, gol dengan tangan yang ia sebut sebagai “Tangan Tuhan”. Kemudian, gol solo dribbling melewati enam pemain Inggris yang dikenal sebagai “Gol Abad Ini”.
Meksiko sendiri tampil lebih matang dari edisi 1970. El Tri menang atas Bulgaria di babak 16 besar, sebelum tersingkir dari Jerman Barat lewat adu penalti di perempat final. Argentina akhirnya menjuarai turnamen itu dengan mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final.
Prestasi Meksiko Sepanjang Karier Piala Dunia
Catatan Meksiko di Piala Dunia terbagi menjadi dua era yang sangat kontras.
Era pertama, saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986, Meksiko berhasil mencapai perempat final pencapaian terbaik mereka hingga kini. Era kedua dimulai dari 1994 dan berlanjut selama tujuh edisi berturut-turut, di mana El Tri selalu kandas di babak 16 besar.
Fenomena ini di Meksiko dikenal dengan nama “Quinto Partido” atau pertandingan kelima karena untuk mencapai perempat final, sebuah tim harus memenangkan minimal empat laga terlebih dahulu. Selama periode 1994 hingga 2018, Meksiko selalu berhenti tepat di laga keempat.
Pelatih Argentina yang Memimpin Meksiko di Piala Dunia 2006
Ini pertanyaan yang cukup sering dicari. Pelatih Meksiko di Piala Dunia 2006 adalah Ricardo La Volpe pria kelahiran Buenos Aires, Argentina, 6 Februari 1952.
La Volpe adalah mantan kiper yang pernah memenangkan Piala Dunia 1978 bersama Argentina. Setelah berkarier panjang sebagai pelatih klub di Liga Meksiko, ia dipercaya menangani timnas El Tri dan membawa mereka ke Piala Dunia 2006 di Jerman.
Di Piala Dunia 2006, Meksiko lolos dari Grup D sebagai runner-up di bawah Portugal, lalu bertemu Argentina di babak 16 besar. Pertandingan berlangsung sengit, imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, sebelum gol spektakuler Maxi Rodriguez menghentikan langkah Meksiko. Skor akhir 2-1 untuk Argentina.
Setelah turnamen usai, La Volpe meninggalkan jabatannya. Kontribusinya tetap dikenang sebagai salah satu era paling solid dalam sejarah kepelatihan timnas Meksiko.
Stadion Meksiko yang Dipakai untuk Piala Dunia 2026
Untuk edisi 2026, Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan, tersebar di tiga kota.
1. Estadio Azteca – Mexico City (Estadio Ciudad de México)
Kapasitas sekitar 87.500 penonton. Menjadi tuan rumah 5 pertandingan, termasuk laga pembuka pada 11 Juni 2026. Satu-satunya stadion di dunia yang telah menjadi tuan rumah dua final Piala Dunia (1970 dan 1986). Stadion ini baru selesai renovasi besar dan kembali dibuka pada 28 Maret 2026.
2. Estadio Akron – Guadalajara
Kapasitas sekitar 53.500 penonton. Menjadi tuan rumah 4 pertandingan (3 laga grup dan 1 babak 32 besar). Markas CD Guadalajara (Chivas) dengan desain futuristik berkubah putih yang khas.
3. Estadio BBVA – Monterrey
Kapasitas sekitar 50.113 penonton. Menjadi tuan rumah 4 pertandingan. Stadion modern berlatar pegunungan Sierra Madre yang dramatis, dan dikenal sebagai salah satu stadion paling ramah lingkungan di Amerika Latin.
Laga pembuka Piala Dunia 2026 pada 11 Juni 2026 digelar di Azteca menjadikannya stadion pertama di dunia yang menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia tiga kali, setelah 1970 dan 1986.
Apakah Benar Indonesia Menggantikan Meksiko di Piala Dunia 2026?
Tidak benar. Ini adalah hoaks.
Kabar ini menyebar di media sosial pada awal 2026, dipicu kekhawatiran soal keamanan di Meksiko akibat bentrokan antara aparat dan kartel narkoba. Unggahan itu menyertakan foto Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Joko Widodo, seolah menunjukkan kesepakatan resmi penggantian tuan rumah.
Faktanya, foto tersebut adalah dokumentasi pertemuan keduanya pada 18 Oktober 2022 yang saat itu membahas pembenahan sepak bola Indonesia pascatragedi Kanjuruhan. Tidak ada keterkaitan sama sekali dengan Piala Dunia 2026.
Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi) telah resmi mengklarifikasi bahwa klaim tersebut tidak benar. Tuan rumah Piala Dunia 2026 tetap Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko persis seperti yang ditetapkan FIFA sejak 2018.
Meksiko dan Warisan Sepak Bola Dunia
Kembalinya Meksiko sebagai tuan rumah untuk ketiga kalinya bukan sekadar soal statistik. Ini tentang negara yang selama lebih dari setengah abad telah menjadi panggung bagi momen-momen yang membentuk memori kolektif sepak bola global.
Dari Pelé yang mengangkat trofi ketiganya di depan hampir 100.000 penonton di Azteca pada 1970, hingga Maradona yang menari melewati bek-bek Inggris sebelum mencetak “Gol Abad Ini” pada 1986 semua terjadi di Meksiko.
Kini, tahun 2026, giliran generasi baru yang akan merasakan atmosfer yang sama. Siapa tahu, di antara 48 tim yang akan berlaga, ada drama baru yang akan diceritakan puluhan tahun mendatang. Dan lagi-lagi, Meksiko menjadi saksinya.


Leave a Reply